Kamu Cantik
Setiap hari orang mengatakan padanya
"Kamu cantik." Awalnya ia malu.
Orang-orang tetap mengatakan padanya
"Kamu cantik." Dia sangat malu.
Kamu cantik. Kata itu terus mengelilingi
dirinya sampai ia tumbuh menjadi
perempuan dewasa. Ia memang cantik
seperti apa yang dikatakan orang-orang.
Tapi, dengan sopan ia kerap menjawab
"Terima kasih, saya biasa saja." Dengan
kerendahan hatinya ia tidak ingin
dianggap berlebihan dengan kecantikannya.
Hingga, perempuan lain pun tidak enggan
memujinya, "kamu cantik." Tetap dengan
kerendahan hatinya, ia biasa membalas.
"Terima kasih, kamu juga cantik."
Ah, telah berbulan-bulan, sampai ribuan
tahun ia terus memberikan kerendahan
dirinya. Menolak dengan sopan disanjung
dengan pujian, "kamu cantik."
Lalu, suatu saat setelah itu berulang dan terus
berulang. Ketika ia dipuji, "kamu cantik."
Ia diam. Bukan menolak. Sebenarnya sampai
ia sendiri lupa kalau ia memang cantik.
Komentar
Posting Komentar